Warta Kwarcab Warta Majalengka
Beranda » ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi Radio dan Simulasi Kebencanaan

ORARI Lokal Majalengka Dukung Penuh Pelaksanaan JOTA 2026, Bekali Pramuka Keterampilan Komunikasi Radio dan Simulasi Kebencanaan

Majalengka (Huminfo Kwarcab) – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Majalengka mendukung penuh pelaksanaan Jamboree On The Air (JOTA) 2026 dengan membekali peserta keterampilan komunikasi radio dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di area Sekretariat Lokal ORARI Kabupaten Majalengka ini diikuti 808 Pramuka Penegak dan Pandega perwakilan pangkalan di Kabupaten Majalengka.

JOTA 2026 menjadi sarana bagi anggota Gerakan Pramuka untuk memperluas wawasan teknologi komunikasi, menjalin persaudaraan lintas wilayah, serta mengenal peran radio amatir dalam mendukung penyampaian informasi saat situasi darurat. Pembelajaran dipadukan dengan praktik teknis dan simulasi kebencanaan agar peserta memahami penerapannya di lapangan.

Ketua ORARI Lokal Majalengka, Kak Yana Kriswana (YB1MRF), menyampaikan bahwa JOTA tidak hanya berfokus pada komunikasi radio dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah dan negara. Kegiatan ini juga diisi dengan simulasi kebencanaan sebagai pembelajaran keterampilan praktis bagi peserta.

“Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada peran strategis komunikasi radio dalam mendukung koordinasi dan penyampaian informasi, terutama ketika terjadi bencana yang berpotensi mengganggu jaringan komunikasi internet maupun seluler,” jelas Yana.

Penjelasan tersebut menekankan pentingnya kemampuan menggunakan sarana komunikasi alternatif dalam kondisi darurat. Ketika jaringan komunikasi umum mengalami gangguan, keterampilan mengoperasikan radio serta menyampaikan informasi secara jelas dan tertib menjadi bekal penting untuk mendukung koordinasi di lapangan.

Kesiapsiagaan Melalui Simulasi Kebencanaan

Simulasi kebencanaan yang menjadi salah satu materi krusial dalam JOTA 2026 dihadirkan untuk memberikan gambaran nyata mengenai atmosfer situasi darurat serta pentingnya tata kelola koordinasi antarpersonel. Dalam ruang simulasi tersebut, para peserta dibagi ke dalam beberapa titik posko operasional, seperti posko utama, area bencana banjir, lokasi tanah longsor, hingga titik bencana kebakaran.

Pembagian skenario titik lokasi ini menjadi sarana simulasi agar para peserta memahami alur komunikasi, efektivitas koordinasi, dan ketepatan penanganan informasi saat bencana melanda. Melalui skenario tersebut, para anggota Pramuka diharapkan mampu menangkap pentingnya kesiapan personel, ketersediaan sarana komunikasi yang memadai, serta soliditas kerja sama tim dalam menopang upaya penanggulangan bencana.

Pembekalan Keterampilan Teknis Tanpa Jaringan Internet

Untuk menunjang pembelajaran, peserta mendapatkan materi dan praktik mendirikan tenda darurat sebagai pengenalan fasilitas pendukung di lokasi bencana. Mereka juga mempelajari keterampilan mendirikan antena untuk menunjang kesiapan perangkat komunikasi radio.

Pembekalan dilanjutkan dengan teknik komunikasi radio, termasuk tata cara menyampaikan pesan secara efektif dan tertib. Peserta turut diperkenalkan pada komunikasi radio digital serta sistem jaringan komunikasi tanpa internet dan seluler sebagai alternatif ketika infrastruktur komunikasi umum tidak dapat digunakan.

Aspek dukungan operasional turut menjadi bagian dari materi kegiatan. Peserta dikenalkan pada penggunaan energi alternatif ketika pasokan listrik mengalami gangguan serta prosedur operasional standar (SOP) kebencanaan untuk memahami tata kerja dalam situasi darurat. Seluruh materi tersebut dipadukan dengan penguatan kekompakan dan kerja sama tim. Kemampuan teknis perlu didukung kedisiplinan, ketanggapan, kemandirian, dan tanggung jawab agar peserta mampu menjalankan peran secara terkoordinasi.

Membangun Pramuka yang Terampil dan Siaga Bencana

Dukungan ORARI Lokal Majalengka dalam pelaksanaan JOTA 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia komunikasi radio kepada generasi muda. Melalui interaksi dengan anggota Pramuka dari berbagai wilayah melalui frekuensi radio, peserta dapat memperluas pergaulan, melatih keberanian berkomunikasi, serta mengenal teknologi komunikasi yang memiliki peran penting dalam kondisi darurat.

Sementara itu, simulasi kebencanaan memberikan pengalaman pembelajaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan, kemampuan beradaptasi, dan kerja sama dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan.

Dengan perpaduan kegiatan komunikasi radio dan simulasi kebencanaan, JOTA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan Pramuka melalui udara, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat keterampilan, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan generasi muda.

Melalui dukungan ORARI Lokal Majalengka, semangat JOTA diharapkan semakin mempererat persaudaraan Pramuka lintas wilayah sekaligus menumbuhkan generasi muda yang terampil berkomunikasi, tangguh menghadapi tantangan, dan siap berkontribusi bagi masyarakat dalam situasi darurat maupun kebencanaan.

Kontributor : M. Abduh Nugraha

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.