Warta Kwarcab Warta Majalengka
Beranda » Memperkuat Literasi Digital dan Kesiapsiagaan Bencana, 808 Anggota Pramuka Majalengka Ikuti Pembukaan JOTA-JOTI 2026

Memperkuat Literasi Digital dan Kesiapsiagaan Bencana, 808 Anggota Pramuka Majalengka Ikuti Pembukaan JOTA-JOTI 2026

Majalengka (Huminfo Kwarcab) — Sebanyak 808 anggota Pramuka Penegak yang berasal dari 60 pangkalan SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Majalengka memadati Alun-Alun Kabupaten Majalengka pada Jumat (16/10/2026). Kehadiran ratusan Pramuka tersebut guna mengikuti pembukaan ajang tahunan Jamboree On The Air (JOTA) ke-89 dan Jamboree On The Internet (JOTI) ke-47 Tingkat Cabang Majalengka Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan karakter, literasi digital, kreativitas, serta keterampilan komunikasi darurat bagi generasi muda.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M. Turut hadir Ketua Harian Mabicab, H. Rd. Muhammad Umar Ma’ruf, S.Sos., M.Si.; Sekretaris Kwarcab, Adam Suhara, S.M.; jajaran pimpinan dan andalan; serta Dewan Kerja Cabang. Kegiatan juga menghadirkan pemateri dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Majalengka, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Majalengka, dan Besokseninco.

Dalam sambutannya, Eman Suherman menyampaikan bahwa tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme anggota Gerakan Pramuka Majalengka terhadap kegiatan kepramukaan yang memanfaatkan teknologi komunikasi melalui radio amatir dan jaringan internet.

“Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme anggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Majalengka dalam mengikuti kegiatan kepramukaan yang memanfaatkan teknologi komunikasi, baik melalui radio amatir maupun jaringan internet,” katanya.

Menurut Eman Suherman, partisipasi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Kwarcab Majalengka dalam menghadirkan kegiatan yang edukatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan generasi muda.

Ia berpesan agar peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan mengambil nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Silakan ambil hal terbaik di kegiatan JOTA–JOTI ini. Semoga menjadi peserta yang tertib, menjadi warga negara yang setia, senantiasa diberikan kesehatan, serta menjadi anak yang berbakti kepada keluarga,” pesannya.

Arahan tersebut menempatkan JOTA–JOTI sebagai ruang belajar yang memadukan penguasaan teknologi dengan pembentukan karakter, peningkatan wawasan, dan penguatan persaudaraan ant anggota Gerakan Pramuka.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Umar Ma’ruf mengajak peserta mempersiapkan diri menghadapi masa depan melalui semangat belajar, ketaatan beribadah, serta sikap santun kepada orang tua dan guru. Dalam dialog interaktif bersama peserta, ia menghubungkan kesiapan generasi muda dengan cita-cita Indonesia Emas 2045, saat Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaan.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam proses pembelajaran dan cara masyarakat berkomunikasi. Kemudahan mengakses serta menyebarkan informasi perlu diimbangi dengan kemampuan menggunakan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

“Oleh karena itu, pada kegiatan hari ini yang tadi diikuti 800 orang lebih, luar biasa, ini bisa diikuti dengan baik dan sebagai bekal ilmu di tengah era digitalisasi sekarang ini,” ujarnya.

Pembekalan literasi digital dalam kegiatan ini antara lain disampaikan Diskominfo Kabupaten Majalengka melalui materi bertema “Eksplorasi Dunia Digital yang Sehat, Aman, dan Edukatif”. Peserta dibekali pemahaman mengenai penggunaan internet secara bijak, perlindungan keamanan dan privasi digital, serta kemampuan menyaring informasi.

Materi tersebut juga menekankan pentingnya menghindari penyebaran berita bohong dan perilaku negatif di ruang digital. Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab serta ikut membangun lingkungan digital yang sehat.

Sementara itu, Besokseninco menghadirkan materi “Pilih Konten yang Estetik atau Views-nya Banyak?” yang mengajak peserta memahami hubungan antara kualitas visual, penyampaian pesan, jumlah penayangan, dan manfaat konten bagi masyarakat.

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai penentuan konsep visual, penyusunan pesan, serta faktor-faktor yang memengaruhi jangkauan dan interaksi pengguna media sosial. Peserta juga diajak memahami bahwa kreativitas perlu disertai ketelitian dan etika agar konten yang dihasilkan menarik, informatif, serta memberikan dampak positif.

Keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu anggota Pramuka memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan kepramukaan dan penyebaran informasi yang bermanfaat.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Melalui praktik menyusun instruksi atau prompt untuk menghasilkan poster digital, peserta memperoleh pengalaman dalam mengembangkan ide dan membuat media publikasi yang komunikatif.

Pembekalan ini turut menekankan pentingnya memeriksa ketepatan informasi dan kesesuaian hasil karya sebelum dipublikasikan. Dengan demikian, penggunaan AI diharapkan dapat mendukung kreativitas peserta sekaligus menumbuhkan tanggung jawab dalam menghasilkan konten digital.

Selain penguatan kompetensi digital, JOTA–JOTI Majalengka menghadirkan materi dan praktik komunikasi radio bersama ORARI Majalengka. Pembekalan tersebut diarahkan untuk mengenalkan pemanfaatan radio amatir, termasuk perannya dalam mendukung komunikasi ketika jaringan telekomunikasi terganggu akibat bencana.

Muhammad Umar Ma’ruf menjelaskan bahwa keterampilan komunikasi radio tetap relevan di tengah kemudahan penggunaan telepon seluler dan internet. Dalam kondisi darurat, komunikasi radio dapat membantu penyampaian informasi dan koordinasi pertolongan dengan dukungan perangkat serta sumber daya listrik yang memadai.

“Kita harus menolong saudara, menolong sesama, menolong teman,” tuturnya ketika menjelaskan pentingnya kesiapan peserta membantu masyarakat dalam situasi darurat.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan memperkuat kepedulian sosial. Semangat tersebut sejalan dengan semboyan Kwarcab Majalengka, “Bergerak Maju Bersama”, yang mengajak anggota Pramuka terus belajar dan mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Kontributor : M. Abduh Nugraha/Endang Mu’min

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.