Warta Kwarcab Warta Majalengka
Beranda » Giat Prestasi VII dan Artha Sawala 2026 Ditutup, Pramuka Penegak Majalengka Disiapkan Menyongsong Indonesia Emas

Giat Prestasi VII dan Artha Sawala 2026 Ditutup, Pramuka Penegak Majalengka Disiapkan Menyongsong Indonesia Emas

Majalengka (Huminfo Kwarcab) — Rangkaian Giat Prestasi VII dan Artha Sawala Pramuka Penegak Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Majalengka Tahun 2026 resmi berakhir pada Minggu (30/8/2026). Penutupan kegiatan menjadi momentum penguatan karakter, prestasi, kepemimpinan, dan persaudaraan bagi Pramuka Penegak se-Kabupaten Majalengka.

Rangkaian penutupan diawali dengan Seminar Artha Sawala yang menghadirkan sejumlah tokoh dan Pramuka berprestasi sebagai narasumber. Mereka adalah Ketua Dewan Kerja Nasional (DKN) Raihan Muhammad Sujaya, S.E.; Kepala Bidang Kegiatan Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Barat Kak M. Ilham Rahmawan; serta Wakil Ketua DKD Jawa Barat Kak Melati Fitria, S.Pd.

Seminar juga menghadirkan dua Pramuka Garuda berprestasi asal Majalengka, yakni Kak Arif Rahman dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan Kak Tiara Dwi Silviana dari IPB University.

Kehadiran para narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan, pengalaman, dan motivasi mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, prestasi, serta kontribusi Pramuka Penegak dalam menghadapi berbagai tantangan generasi muda.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Majalengka sekaligus Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia, peserta, pembina, sangga kerja, dewan juri, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan.

Ia secara khusus mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terjalin dengan berbagai mitra, termasuk LMS, dalam mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya Sunda kepada generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

Menurut Eman, Giat Prestasi dan Artha Sawala bukan sekadar ajang perlombaan untuk menentukan pemenang, melainkan sarana pendidikan karakter yang melatih kedisiplinan, kreativitas, kepemimpinan, sportivitas, kemampuan bekerja sama, dan keberanian menghadapi tantangan.

“Kepramukaan tidak semata-mata berorientasi pada perlombaan dan pencapaian juara. Di dalamnya terdapat proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, sportivitas, kreativitas, dan kemampuan membangun kerja sama,” ujar Eman.

Eman mengingatkan bahwa Indonesia akan memasuki momentum Indonesia Emas 2045 dalam waktu sekitar 19 tahun mendatang. Pramuka Penegak yang mengikuti kegiatan saat ini, menurutnya, merupakan bagian dari generasi yang kelak akan mengisi dan menentukan arah perjalanan bangsa.

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta mulai mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh serta memiliki cita-cita dan target yang jelas. Setiap peserta juga diminta tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan, tetapi mampu mengambil peran nyata sesuai dengan kemampuan dan bidang pengabdiannya.

“Adik-adik adalah generasi yang tepat untuk mengisi Indonesia Emas 2045. Pertanyaannya, apa yang sudah dipersiapkan dan peran apa yang akan diambil? Jangan hanya menjadi penonton. Persiapkan diri mulai sekarang agar kelak menjadi pemilik masa depan,” pesannya.

Menurut Eman, kesuksesan tidak dapat diraih melalui sikap santai dan tanpa perencanaan. Keberhasilan membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, doa dan dukungan orang tua, kemampuan membangun jejaring, serta konsistensi dalam menjalani setiap tahapan menuju cita-cita.

“Tidak ada orang sukses yang dasarnya santai. Tidak ada orang sukses tanpa kedisiplinan, doa orang tua, dan kemampuan membangun jejaring. Jika ingin menjadi pemenang pada 2045, semuanya harus dipersiapkan mulai hari ini,” tegasnya.

Ia menilai Gerakan Pramuka menjadi wadah yang tepat bagi generasi muda untuk mempersiapkan masa depan. Berbagai kegiatan di dalamnya mengajarkan peserta menyusun target, menghadapi tantangan, bekerja dalam tim, menghargai orang lain, serta bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan.

Eman juga menekankan pentingnya menghayati dan mengamalkan Tri Satya serta Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari. Kedua pedoman tersebut tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, organisasi, dan masyarakat.

“Tri Satya dan Dasa Darma harus menjadi fondasi dan pedoman dalam kehidupan. Apabila nilai-nilainya benar-benar diimplementasikan dalam tindakan dan perbuatan sehari-hari, saya yakin adik-adik akan menjadi pribadi yang berhasil dan berguna bagi masa depan,” katanya.

Ia meminta peserta menyampaikan kepada orang tua masing-masing agar turut mengingatkan mereka ketika belum menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma.

“Mintalah kepada bapak dan ibu untuk mengingatkan apabila kalian belum menjalankan janji suci Tri Satya dan Dasa Darma. Katakan bahwa kalian ingin maju, ingin sukses, dan ingin menjadi pemilik masa depan,” tutur Eman.

Menutup amanatnya, Eman mendoakan seluruh peserta agar diberikan kemudahan dalam meraih cita-cita, dilimpahkan rezeki, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Majalengka, Kak Adam Suhara, S.M., menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Giat Prestasi VII dan Artha Sawala merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat.

Ia mengapresiasi semangat para peserta yang telah mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib, disiplin, sportif, dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama kegiatan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kapasitas dan karakter Pramuka Penegak.

“Giat Prestasi dan Artha Sawala harus terus menjadi ruang aktualisasi bagi Pramuka Penegak di Kabupaten Majalengka. Di sinilah mereka belajar berkompetisi secara sehat, mengembangkan kemampuan, membangun jejaring persaudaraan, serta menunjukkan karya dan potensi terbaiknya,” ujar Adam.

Adam berharap evaluasi dari penyelenggaraan tahun ini dapat menjadi bahan penyempurnaan untuk kegiatan berikutnya. Ia juga mendorong setiap pangkalan agar terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan sehingga prestasi yang diraih tidak berhenti pada kegiatan perlombaan.

“Prestasi yang diperoleh harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang. Bagi peserta yang belum meraih juara, jangan berkecil hati karena keberanian mengikuti seluruh proses, kedisiplinan, dan pengalaman yang didapat merupakan bagian dari keberhasilan,” katanya.

Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Majalengka, Kak Zaki Azhar Zaidan, menjelaskan bahwa Giat Prestasi VII dan Artha Sawala Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya DKC Majalengka menghadirkan ruang kompetisi, pembelajaran, silaturahmi, dan pengembangan potensi Pramuka Penegak.

“Giat Prestasi bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang proses belajar, keberanian untuk tampil, sportivitas, dan pengalaman yang dibawa pulang oleh setiap peserta. Semoga seluruh proses yang telah dilalui menjadi bekal untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi Gerakan Pramuka serta masyarakat,” ujar Zaki.

Daftar Pemenang Giat Prestasi VII Tahun 2026

Setelah melalui enam mata lomba, panitia menetapkan para pemenang sebagai berikut.

A. Wangsit Siliwangi

  1. Juara I: SMK YPIB Majalengka (A), Umpi 005 — 969 poin.
  2. Juara II: SMAN 1 Majalengka (A), Umpi 018 — 968 poin.
  3. Juara III: SMK KORPRI Majalengka, Umpi 041 — 959 poin.
  4. Juara Harapan I: SMKN 1 Lemahsugih, Umpi 050 — 952 poin.
  5. Juara Harapan II: SMA Plus Al-Baaqi, Umpi 012 — 951 poin.
  6. Juara Harapan III: SMAN 1 Jatitujuh (A), Umpi 031 — 950 poin.

B. Pasanggiri Pupuh

  1. Juara I: SMKN 1 Lemahsugih, Umpi 050 — 963 poin.
  2. Juara II: SMAN 1 Jatitujuh (A), Umpi 031 — 936 poin.
  3. Juara III: SMAN 1 Rajagaluh, Umpi 006 — 919 poin.
  4. Juara Harapan I: SMAN 1 Jatiwangi, Umpi 027 — 875 poin.
  5. Juara Harapan II: SMKN 1 Palasah, Umpi 026 — 874 poin.
  6. Juara Harapan III: SMK Al-Amin, Umpi 009 — 873,5 poin.

C. Dance Semaphore

  1. Juara I: SMAN 1 Bantarujeg, Umpi 002 — 272 poin.
  2. Juara II: SMAN 1 Majalengka (B), Umpi 019 — 270 poin.
  3. Juara III: SMAN 1 Rajagaluh, Umpi 006 — 267 poin.
  4. Juara Harapan I: SMAN 1 Majalengka (A), Umpi 018 — 263 poin.
  5. Juara Harapan II: SMAN 1 Ligung, Umpi 001 — 263 poin.
  6. Juara Harapan III: SMA Plus Al-Baaqi, Umpi 012 — 262 poin.

D. Scouting Skill

  1. Juara I: SMAN 1 Majalengka (A), Umpi 018 — 277,71 poin.
  2. Juara II: SMAN 1 Bantarujeg, Umpi 002 — 277,50 poin.
  3. Juara III: SMAN 1 Majalengka (B), Umpi 019 — 276,57 poin.
  4. Juara Harapan I: SMKN 1 Majalengka, Umpi 013 — 271,07 poin.
  5. Juara Harapan II: MAN 3 Majalengka, Umpi 039 — 270,29 poin.
  6. Juara Harapan III: SMAN 1 Talaga, Umpi 017 — 269 poin.

E. Pembawa Acara

  1. Juara I: SMA Plus Al-Baaqi, Umpi 012 — 1.250 poin.
  2. Juara II: SMAN 1 Rajagaluh, Umpi 006 — 1.249 poin.
  3. Juara III: SMK Al-Amin, Umpi 009 — 1.218 poin.
  4. Juara Harapan I: MAN 1 Majalengka, Umpi 024 — 1.202 poin.
  5. Juara Harapan II: MA Siti Khadijah, Umpi 029 — 1.192 poin.
  6. Juara Harapan III: MA Nurrahman Howara Haddad, Umpi 010 — 1.185 poin.

F. Pembacaan UUD 1945, Pancasila, dan Dasa Darma

  1. Juara I: MA Putri PUI Majalengka, Umpi 021 — 294 poin.
  2. Juara II: SMK Karya Nasional Sindangwangi, Umpi 047 — 290 poin.
  3. Juara III: SMAN 1 Maja, Umpi 004 — 289 poin.
  4. Juara Harapan I: MA Nurrahman Howara Haddad, Umpi 010 — 286 poin.
  5. Juara Harapan II: SMAN 1 Majalengka (B), Umpi 019 — 285 poin.
  6. Juara Harapan III: MAN 2 Majalengka, Umpi 020 — 284 poin.

Puncak pengumuman hasil perlombaan ditandai dengan penetapan SMAN 1 Majalengka (A), Umpi 018, sebagai Juara Umum Giat Prestasi VII Tahun 2026 dengan jumlah akumulasi 14. Capaian tersebut diperoleh berdasarkan hasil keseluruhan dari enam mata lomba yang dipertandingkan.

Penutupan kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang. Suasana penuh kegembiraan dan persaudaraan mewarnai akhir kegiatan yang mempertemukan Pramuka Penegak dari berbagai pangkalan di Kabupaten Majalengka tersebut.

Berakhirnya Giat Prestasi VII dan Artha Sawala Tahun 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan catatan prestasi dan penghargaan, tetapi juga pengalaman, persahabatan, semangat berkarya, serta nilai-nilai kepramukaan yang dapat diterapkan oleh setiap peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Endang Mu’min/Zaki Azhar Zaidan

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.