Cetak Pembina Profesional, Kwarran Bantarujeg Gelar Gelang Ajar Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD)
Bantarujeg (Huminfo Kwarcab) – Dalam upaya mencetak kader pembina yang berkualitas dan profesional, Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Bantarujeg menggelar kegiatan Gelang Ajar sebagai bagian dari rangkaian Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kecamatan Bantarujeg pada Rabu (15/04/2026) ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kompetensi pembina Pramuka di wilayah tersebut.
Kegiatan Gelang Ajar ini diikuti oleh 51 peserta yang merupakan calon Pembina Pramuka. Tahapan ini merupakan jembatan implementasi dari teori yang telah didapatkan selama kursus ke dalam praktik nyata. Di bawah supervisi ketat dari tim pelatih, para peserta ditantang untuk merancang, melaksanakan, hingga mengevaluasi program latihan kepramukaan secara mandiri.
Sinergi Kelembagaan dan Dukungan Kwarcab
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua (Waka) Binawasa Kwarcab Majalengka, Anto Irianto, S.Pd., M.Pd., yang hadir mewakili Ketua Kwarcab Majalengka. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Agus Koswara, S.Pd., M.Pd. (Waka Binamuda Kwarcab), Syarif Muhoyidin, S.Pd.I., M.M. (Kapusdiklatcab), serta Abdul Sukur, S.Pd., M.Pd. (Ketua Kwarran Bantarujeg), menunjukkan dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas SDM Pramuka di Bantarujeg.
Dalam sambutannya, Kak Anto Irianto menekankan bahwa pembina adalah ujung tombak pendidikan karakter.
“Gelang Ajar bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan proses internalisasi agar pembina mampu menciptakan kegiatan yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Kurikulum Praktik yang Komprehensif
Sepanjang hari, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang padat dan terstruktur. Dimulai dengan registrasi dan pembukaan, kegiatan berlanjut ke materi Dinamika Kelompok dan P3K yang dibawakan oleh Kak Syarif Muhoyidin. Suasana semakin dinamis saat peserta melakukan praktik Upacara Pembukaan Penggalang bersama Kak Susilawati.
Materi teknis kepramukaan menjadi inti dari kegiatan ini. Kak Agus Koswara memaparkan teknik penggunaan kompas, menaksir, serta pembuatan peta pita dan peta lapangan. Sementara itu, Kak Nunung Nurhayat membekali peserta dengan keterampilan Semaphore, disusul dengan praktik Pionering (tali-temali) yang dipandu oleh Kak Kusnan. Seluruh materi ini dirancang untuk memastikan pembina memiliki kecakapan lapangan yang mumpuni.
Membangun Masa Depan Generasi Muda
Ketua Panitia, Aam Amilasari, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi atas kesadaran pentingnya peran pembina dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman dan mandiri. Selama ini, tantangan di lapangan adalah masih adanya pembina yang belum memiliki kompetensi dasar yang memadai, sehingga berdampak pada kurang optimalnya pembinaan di gugus depan.
“Output yang kami harapkan sangat jelas: lahirnya Pembina Pramuka yang kompeten dalam merencanakan program latihan yang sistematis. Kami juga berharap terbentuk jejaring kerja sama yang kuat antar-pembina di Bantarujeg,” ungkap Aam.
Kegiatan yang dikelola secara kolaboratif oleh Kwarran, K3S, dan PGRI Bantarujeg ini ditutup pada sore hari dengan sesi refleksi. Melalui Gelang Ajar ini, Gerakan Pramuka Bantarujeg optimis dapat memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing melalui pembina-pembina yang profesional.
Kontributor : Endang Mu’min/Endang Suhenda

Tinggalkan Komentar