Memupuk Persaudaraan di Puncak Sanghyang Dora: Halal Bihalal dan Aksi Nyata Pusdiklatcab Majalengka
Leuwimunding (Huminfo Kwarcab) – Suasana khidmat dan penuh keakraban menyelimuti kawasan Bukit Sanghyang Dora, Kwarran Leuwimunding, saat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Bina Wira Madani Kwarcab Majalengka menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Penyegaran Pelatih pada Sabtu, (28/3/2026). Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi pasca-Lebaran, melainkan wujud nyata kepedulian Pramuka terhadap sesama dan lingkungan.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan aksi lingkungan di SDN Leuwikujang 3. Sebagai pembuka, dilakukan penanaman bibit pohon secara simbolis yang melambangkan semangat pertumbuhan dan keberlanjutan. Tak berhenti di situ, sisi kemanusiaan ditunjukkan melalui pemberian santunan kepada adik-adik Pramuka yatim piatu di lingkungan Kwarran Leuwimunding. Penyerahan santunan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pusdiklatcab Bina Wira Madani, Kak Syarif Muhoyidin, S.Ag., M.M.
Dalam sambutannya, Kak Syarif menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada 70 peserta yang hadir.
“Kami menghaturkan selamat Lebaran dan terima kasih atas kehadiran seluruh anggota Pusdiklatcab. Kebersamaan ini adalah energi bagi kita untuk terus mengabdi,” ungkapnya saat sesi penyerahan santunan.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kwarcab Majalengka, Kak Adam Suhara, S.M., yang hadir mewakili Ketua Kwarcab, memberikan pesan strategis bagi para pelatih. Ia menekankan pentingnya integrasi antara kegiatan kepramukaan dengan pelestarian alam.
“Setiap kegiatan Kepramukaan harus dibarengi dengan aksi nyata seperti penanaman pohon. Namun di sisi lain, kapasitas diri juga tidak boleh mandek. Seorang pelatih harus terus melakukan upgrade ilmu dan aktif berpartisipasi dalam setiap dinamika Pramuka,” tegas Kak Adam dalam arahannya.

Puncak acara diisi dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Kak Edi Jubaedi, S.Pd. Dalam tausyiahnya, ia memaparkan bekal spiritual yang relevan dengan pengabdian seorang pelatih Pramuka. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga golongan manusia yang kelak akan mendapatkan perlindungan istimewa di hari akhir.
“Ada tiga golongan yang kelak akan mendapat naungan Allah SWT. Pertama, mereka yang lidahnya senantiasa basah memperbanyak selawat kepada Rasulullah. Kedua, mereka yang gigih menghidupkan sunnah-sunnah Rasul dalam keseharian. Dan yang ketiga, mereka yang memiliki kepekaan hati untuk meringankan kesusahan orang lain,” papar Kak Edi dengan khidmat.
Pesan mengenai “meringankan kesusahan orang lain” ini seolah menjadi penegasan atas aksi santunan yang dilakukan sebelumnya, di mana Pramuka hadir sebagai pelipur lara bagi mereka yang membutuhkan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pembacaan istigfar yang dipandu dengan syahdu. Sebagai simbol penggugur dosa dan penguat tali persaudaraan, seluruh peserta melakukan mushafahah (bersalam-salaman) di tengah sejuknya udara Bukit Sanghyang Dora.

Selain mempererat silaturahmi, pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan rencana kerja Pusdiklatcab untuk satu bulan ke depan, memastikan bahwa semangat dari Bukit Sanghyang Dora ini akan terus berlanjut dalam program-program kerja nyata di wilayah Majalengka.
Kontributor: Endang Mu’min/Endang Suhenda

Tinggalkan Komentar